Bupati Ardiansyah Sulaiman Ingatkan Jangan Kucilkan Anak-Anak Disabilitas

oleh -356 Dilihat
oleh

“Berikan Ruang Dan Kesempatan Aktualisasi Diri Dalam Kembangkan Potensi”

Keterangan foto (ist) Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, sayangi kalangan anak – anak penyandang disabilitas di Kutim

Detakborneopost.com, Kutai Timur  –  Perhatian Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si tertuju kepada kalangan anak-anak disabilitas di Kutim.

Saat diwawancarai, Senin (1/12) 2025, Bupati H Ardiansyah Sulaiman berharap tak ada stigma – stigma yang menyudutkan, anak – anak penyandang disabilitas dengan memandang sebelah mata.

“Mereka harus diberi ruang dan kesempatan yang sama untuk aktualisasi diri dan mengembangkan potensi mereka,” terang orang nomor satunya di Pemerintahan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini.

Ia mengatakan stigma terhadap anak disabilitas kerap menghantui, akibatnya, ruang untuk mengembangkan potensi para anak dengan kebutuhan khusus menjadi tertutup.

Oleh karena itu pemerintah daerah harus memastikan fasilitas dan ruang yang inklusif, terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saya juga telah mengarahkan kelembagaan terstruktur untuk mendukung finansial kegiatan pengembangan penyandang disabilitas,” beber H Ardiansyah Sulaiman

H Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan terkait pendanaan wajib ditangani dinas terkait. .

Penjelasan Bupati Kutim ini mewarnai juga pada saat memberikan sambutan di Hari Disabilitas Internasional baru-baru saja, dirinya mengemukakan bahwa selama ini Hari Disabilitas Internasional dilaksanakan oleh para guru Sekolah Luar Biasa (SLB).

Orang nomor satunya di Pemerintahan Kabupaten Kutim  tersebut berharap Dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Sosial (Dinsos) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA)  dituntut senantiasa berkemampuan dalam  melaksanakan kegiatan disabilitas di Kutai Timur.

Sekaligus mempertegas komitmen Pemkab Kutim bahwa inklusif bukanlah sebatas seremoni tahunan, tetapi sebuah kewajiban moral dan kebijakan yang harus terus diwujudkan agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal.

‎”Saya minta ada dua atau tiga dinas pengampu yang bertanggung jawab, agar anggaran untuk peringatan Kegiatan Hari Disabilitas terakomodir, semoga semua bisa bersinergi,” tutup H  Ardiansyah Sulaiman.(adv/Diskominfo Staper)