
Keterangan foto : Warga RT 05 Desa Tepian Langsat budidayakan pengembangan padi terapung
.
Detakborneopost.com, Kutai Timur – Kian maju dan berkembang Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon Kabupaten KutaiTimur(Kutim), menjadi lokasi uji coba teknologi komoditas pertanian yang digadang-gadang mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui konsep padi terapung yang dipadukan dengan budidaya ikan bensaian, pemerintah desa bersama Pemkab Kutai Timur (Kutim) mencoba menjawab tantangan keterbatasan lahan dengan pendekatan inovatif.
Terkait akan kemajuan tersebut, maka Kamis (27/11) 2025 mewawancarai langsung Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si, menyampaikan program tersebut digagas sekaligus kelola oleh warga RT 05 Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon. Metode padi terapung memanfaatkan media styrofoam berisi pot tanah sebagai tempat tumbuh tanaman, sementara kolam di bawahnya menjadi habitat ikan bensaian.
”Kalau ini berhasil, bukan hanya untuk konsumsi, tapi bisa menjadi sumber ekonomi baru. Kita harap masyarakat bisa mengembangkannya secara mandiri,” terang H Ardiansyah Sulaiman.
H Ardiansyah Sulaiman menegaskan, teknologi ini disebut sebagai bentuk pertanian terpadu, karena memungkinkan hasil panen ganda: beras dan ikan. Konsep ini dinilai cocok untuk wilayah Kutim yang memiliki sumber air melimpah, namun tidak semua desa punya lahan sawah luas.(adv/Diskominfo Staper Kutim)
