Warga Dusun Enam Cakup Banyak RT Di Bekali Penyuluhan ATM Penanganan HIV/Aids, Tuberkulosis  Dan Malaria

oleh -254 Dilihat
oleh

Keterangan foto: (ist) Dusun 6 membawahi banyaknya RT ikuti penyuluhan ATM dalam penanggulangan HIV/Aids, Tuberkulosis dan Malaria

Detakborneopost.com, Kutai Timur – Adanya Kegiatan penyuluhan tentang penyakit menular seperti HIV / Aids, Tuberkulosis dan Malaria yang diprakarsai melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ditempatkan di desa untuk layanan perbankan atau program penanggulangan penyakit menular (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) yang juga disingkat ATM disambut antusias oleh segenap warga dusun VI, Desa Sepaso Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membawahi lingkungan RT 21,22,23,24,25

Penyuluhan tersebut  berlangsung di kediaman salah satu perwakilan ketua RT, Muhajir yang melibatkan narasumber dari tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Bengalon.

Saat di konfirmasi salah satu perwakilan Puskesmas Sepaso Kecamatan Bengalon, Sabtu (29/11) 2025 mengulas pemahaman  apa itu, “Anjungan Tunai Mandiri (ATM)” memiliki dua konteks berbeda dalam penggunaan di tingkat desa, yaitu sebagai layanan perbankan dan sebagai singkatan untuk program penanggulangan penyakit menular (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.

Seperti yang dikutip Pimpus Desa Sepaso, Agus sebagai berikut :

ATM sebagai Layanan Perbankan di Desa
Penyuluhan mengenai penempatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di desa berfokus pada peningkatan inklusi keuangan dan aksesibilitas layanan perbankan bagi masyarakat pedesaan. 

• Tujuan Penyuluhan:
• Mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan mesin ATM untuk tarik tunai, cek saldo, dan transfer uang.

• Mendorong kemandirian finansial dan mengurangi ketergantungan pada perjalanan jauh ke kantor cabang bank.

• Menjelaskan keamanan bertransaksi menggunakan kartu ATM dan PIN.

• Memperkenalkan konsep “Agen Bank” (seperti Agen BRILink) yang seringkali melengkapi kehadiran ATM di daerah pedesaan untuk layanan yang lebih komprehensif. 

2. Program “ATM” (AIDS, TBC, dan Malaria) 
Dalam konteks kesehatan, “ATM” adalah singkatan umum yang digunakan dalam berbagai program dan kegiatan penyuluhan di desa untuk tiga penyakit menular prioritas. 

• Tujuan Penyuluhan:
• Peningkatan Kesadaran: Memberikan pemahaman kepada masyarakat desa mengenai gejala, penyebab, dan cara penularan ketiga penyakit tersebut.

• Pencegahan: Mengajarkan langkah-langkah pencegahan, seperti penggunaan kelambu (malaria), etika batuk (TBC), dan perilaku hidup sehat untuk mencegah HIV/AIDS.

• Deteksi Dini dan Pengobatan: Mendorong masyarakat untuk segera mencari fasilitas kesehatan (Puskesmas atau klinik desa) jika mengalami gejala, serta menjelaskan pentingnya pengobatan yang tuntas dan berkelanjutan.

• Mengurangi Stigma: Memerangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita AIDS, TBC, dan Malaria di masyarakat. 

“Pemerintah desa sering berkolaborasi dengan Puskesmas setempat atau Dinas Kesehatan untuk melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan ini, terkadang didanai melalui Dana Desa,” terang Agus.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kita dan keluarga dalam mencegah penyakit menular Aids/HIV, TB dan Malaria,” tandas Pimpus Sepaso tersebut.(adv/Diskominfo Staper)