
Keterangan foto: (ist) Kades Tepian Langsat, Zeky belajar hingga ke negeri Tiongkok program penataan desa
Detakborneopost.com, Kutai Timur – Syukur Alhamdulillah selama Zeky Hamzah diamanatkan warganya untuk mampu memimpin desa selaku kepala desa. Rupanya mampu dijawabnya melalui pencapaian prestasi hingga di Negeri Tiongkok.
Pasalnya Kepala Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Zeky baru saja mengikuti program internasional Village Head Benchmarking di Tiongkok.
Tentunya setelah melaluinya program di kancah internasional dapat membawa dampak semangat baru dalam memajukan desanya.
Saat diwawancarai, Kamis (27/11) 2025, Kades Zaky mengatakan selama melaksanakan kegiatan tersebut di Tiongkok turut memberikan edukasi berbagai pembangunan desa terbaik di sejumlah wilayah seperti Beijing, Weifang, Longkou dan Yantai.
Ia mengakui banyak mendapatkan pengalaman sekaligus mempelajari secara mendalam beragam terobosan
inovasi pembangunan, mulai dari penerapan smart agriculture atau pertanian cerdas, pemanfaatan sistem energi desa, hingga strategi pengelolaan potensi lokal berbasis kolaborasi masyarakat
“Kami melihat bagaimana masyarakat di sana bahu-membahu mengambil peran utama dalam pembangunan. Ini tentu selaras dengan moto desa kami, bersama membangun desa,” terang Zeky.
Zeky mengungkapkan mendapatkan inspirasi dalam membuka wawasan baru tentang bagaimana sebuah desa dapat berkembang pesat melalui tata kelola yang efisien, modern, namun tetap menjaga nilai kebersamaan.
Menurutnya, Desa Tepian Langsat memiliki potensi besar yang bisa diolah dengan pendekatan yang lebih inovatif.
“Desa kami punya potensi besar. Kami ingin mengolahnya dengan cara yang lebih modern dan efisien,” ujar Zeky.
Zeky menegaskan, hanya teknologi, menjadi indikator terpenting dari program ini, termasuk cara berpikir masyarakat Tiongkok yang selalu ingin belajar dan beradaptasi. Hal itulah yang mendasari tekad dan motivasinya sekembalinya di tanah air tepatnya Desa Tepian Langsat dengan membawa ingin pulang untuk menumbuhkan budaya kerja produktif di desanya itu.
Dirinya, Inshallah senantiasa memperjuangkan terlebih menjadikan Tepian Langsat sebagai desa percontohan inovasi yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi global.
“Kami ingin menunjukkan desa yang ada di Kutim juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Ini bukan akhir perjalanan, tapi awal dari perubahan,” pungkas Zeky. (adv/Diskominfo Staper Kutim)
