
Keterangan foto : Santri dan santriwati Ponpes Farisul Qur’an Kecamatan Bengalon Belajar ilmu jurnalistik
Detakborneopost.com, Kutai Timur – Santri dan santriwati Pondok Pesantren Farisul Qur’an di Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, melalui program edukasi dunia jurnalistik
Pada program tersebut turut melibatkan narasumber dari beberapa media lokal, dengan mengambil tema pembelajaran menulis berita.
Para santri dan santriwati ponpes diajarkan mengenai ilmu teknik dasar serta tips menjadi seorang jurnalis (wartawan)
Terutama tema yang diusung
‘Peningkatan Kapasitas Santri Sebagai Citizen Journalism’ para pelajar mendapat ilmu paket lengkap mulai dari cara menulis berita, persiapan maupun teknik wawancara, kode etik jurnalistik, serta pengalaman dari pemateri selama menjalankan profesi sebagai wartawan.
Acara ini diikuti oleh ratusan santri dan santriwati dari berbagai tingkatan.
Ketika dikonfirmasi, Jumat (28/11) 2025, Pemilik Pesantren Farisul Qur’an, Muhammad Sabir mengatakan dengan adanya program kelas jurnalistik bersama santri dan santriwati Pondok Pesantren Farisul Qur’an ini menjadi destinasi pertama program tanggung jawab sosial.
Owner Ponpes Farisul Qur’an tersebut mengapresiasi kegiatan pendidikan sebagai bekal masa depan generasi penerus bangsa.
Selain itu, ia menilai ilmu jurnalistik merupakan hal yang penting terutama di ranah pesantren karena dapat dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari.
Sabir berharap dapat menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber berita terpercaya sepanjang masa dan berpihak pada kebenaran.
Adanya kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan bagi santri dan santriwati tentang Jurnalistik.
“Semoga juga kedepannya program edukasi ilmu kewartawanan dapat disuport oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim,” tandas Sabir.(adv/Diskominfo Staper Kutim)
