Warga Pulau Miang Terampil Memproduksi Abon Ikan Dan Amplang

oleh -287 Dilihat
oleh

“Dikunjungi Rombongan Pemerintah Kecamatan Sangsel Bersama PKK”

Keterangan foto: (ist) gambar kanan, Kepala Dinas Perikanan Kutim, Yuliansyah, tampak pula (gambar kiri) rombongan kecamatan Sangsel dan PKK kecamatan sambangi home industri pengolahan abon ikan dan amplang

Kecamatan Detakborneopost, Kutai Timur – Dibawah inovasi dan kreativitas para pelaku penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM), terlebih dari kalangan para ibu – ibu rumah tangga di Pulau Miang Kecamatan Sangkulirang rupanya bahan dasar ikan mampu disulap menjadi abon dan amplang.

Keberhasilan olahan rumah produksi abon ikan dan amplang di pulau Miang belum lama ini mendapat kunjungan dari aparatur pemerintahan Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel), bersama kader TP PKK kecamatannya.

Rombongan pemerintahan kecamatan, Sangsel bersama TP PKK – nya, saat berkunjung ke pulau Miang tersebut dipimpin Plt Camat Sangatta Selatan, Rusmiati.

“Saya bersama rombongan ingin melihat lebih dekat bagaimana pembuatan abon ikan dan amplang di pulau Miang,” terang Plt Camat Sangsel tersebut, saat dikonfirmasi, Minggu (30/11) 2025

Plt Camat Sangsel mengungkapkan melakukan kunjugan tersebut sekaligus menambah wawasan bagi kader TP PKK di kecamatannya.Tentunya hal tersebut menjadikan Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan positif dalam pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber olahan siap konsumsi.

Jika biasanya dahulu ikan hanya dijual dalam bentuk mentah, kini masyarakat mulai mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi seperti amplang, abon ikan, kerupuk ikan, nugget, hingga berbagai jenis makanan beku dan siap masak.

Olahan yang diproduksi secra home industri, telah menjadi tren serta ciri khas citra rasa disetiap desa yang mengembangkan pengolahannya.

Hal ini diakui pula oleh Kepala Dinas Perikanan Kutim, Yuliansyah, saat dihubungi via ponsel di hari yang sama, menyampaikan, bahwa sebagian besar pelaku usaha olahan ikan di daerahnya merupakan UMKM skala kecil yang dikelola keluarga. Meski sederhana, semangat inovasi pengusaha kuliner lokal dinilai sangat kuat.

Mereka tidak hanya fokus menciptakan rasa baru, tetapi juga memperhatikan kualitas dan higienitas agar produk dapat menembus pasar lebih luas.“Pelaku UMKM terus berkembang. Kreasi mereka semakin banyak, rasanya enak, kemasan rapi, dan nilai jualnya jelas meningkat,” terang Yuliansyah.

Yuliansyah melalui dinasnya, juga memberikan pelatihan pengemasan, perizinan, serta pendampingan produksi agar kualitas produk semakin baik.

Ia menegaskan tentunya langkah ini yang diambil, membuat Kutim memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan produsen olahan ikan terkemuka di Kalimantan Timur.

“Kekayaan hasil laut dan perikanan darat di Kutim menjadi modal utama. Selama pasokan bahan baku terjaga, UMKM dapat memproduksi secara berkelanjutan. Produk olahan pun tidak hanya mengangkat cita rasa lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru untuk banyak keluarga, terutama perempuan yang bekerja dari rumah,” jelas Yuliansyah.

Yuliansyah mengatakan dengan semakin tumbuhnya industri kecil ini, Kutim pelan-pelan membangun identitas baru sebagai sentra olahan ikan yang aktif, dinamis dan menjanjikan di masa depan. (adv/Diskominfo Staper Kutim)